5 Keadaan Yang Membuatmu Lebih Boros!

 

3. MENDAPAT “REZEKI”

Kenaikan gaji, bonus, menang undian, deal project besar, atau keadaan dimana tiba-tiba kita mendapat dana cukup besar di luar dana rutin yang kita peroleh, membuat kita tiba-tiba merasa “lebih kaya” dan cenderung mendorong kita meningkatkan gaya berbelanja kita. Memang, kesenangan karena memperoleh sesuatu yang bernilai, membuat otak kita memunculkan beberapa hormon yang membuat kita merasa “excite” dan itu mengakibatkan pertimbangan logis kita mengendur.

 

4. BERADA DALAM KOMUNITAS HIGH SPENDER

Berteman dan hangout dengan teman-teman yang gaya hidupnya di atas kemampuanmu, jelas membuatmu “terseret” untuk mengikuti gaya mereka. Mau tidak mau kamu mengikuti tempat dimana mereka makan, membeli barang-barang di toko yang mereka selalu kunjungi bersama, dan nonton di bioskop-bioskop langganan mereka. Kadangkala, justru karena kita minder dengan gaya mereka yang di atas, membuat kita malah enggan memberitahu bahwa kita tak mampu. Akibatnya kita “terpaksa” mengikuti gaya hidup mereka.

 

5. LIBURAN

Kondisi rekreasi dan liburan adalah kondisi yang paling penuh godaan untuk mengeluarkan uang berlebihan. Banyak orang sudah merancang liburan mereka dengan pesan tiket murah dan hotel backpacker, lalu mengira mereka sudah berhasil merancang sebuah liburan yang murah meriah. Tapi, ketika berada di lokasi, kita sulit untuk menolak berbagai kuliner yang kita jumpai, pernak-pernik khas, tempat wisata yang menarik (dan seringnya cuma satu-satunya di dunia).

Pemikiran “kapan lagi kita balik kesini, mumpung kita sudah disini, sekalian aja” menjadi sebuah alasan rasional untuk melegalkan semua pembelanjaan kita. Belum lagi belanja oleh-oleh yang setiap kali saya amati pada banyak orang, selalu uang yang keluar lebih besar dari budget awal yang disiapkan.

 

Nah, kunci dari semuanya adalah, menyadari bahwa berada dalam 5 keadaan di atas akan membuatmu lebih tidak rasional (meski kita seringkali mencoba sok tetap rasional). Dengan menyadari saja, kamu sudah mengurangi potensi untuk kamu menjadi lebih boros. Tentu langkah berikutnya adalah menerapkan disiplin pribadi. Itu sebabnya, budgeting dan perencanaan selalu lebih baik ketimbang tanpa perencanaan.

Dengan adanya budgeting, kita terus-menerus seperti memiliki alarm pengingat.

Josua Iwan Wahyudi
@josuawahyudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *