josuaiwanwahyudi-apologetics1

Apakah Tuhan Sungguh Ada?

“Apakah Tuhan sungguh ada?”Pertanyaan ini sudah menjadi perdebatan yang tiada akhir. Meski para pemikir hebat dari generasi ke generasi sudah mencoba menjawab pertanyaan ini, tetap saja tidak pernah tercipta sebuah kesepakatan jawaban.

Problemnya, kita tidak pernah bisa melihat Tuhan. Bahkan, disinyalir, Tuhan adalah entity yang berbeda dari manusia yang eksis di “wilayah” yang tidak terjamah oleh manusia. Karena itulah menemukan “jejak” keberadaanNya menjadi sulit dan hingga begitu sulitnya, maka sebagian orang menganggapnya memang tidak pernah ada, itu sebabnya tak pernah ada “jejak” yang bisa dilacak.

KITA SEMUA HIDUP DENGAN BERIMAN

Para believer dan non-believer (demikian saya menyebut kedua kubu yang ada: believer yang mempercayai adanya Tuhan dan non-believer yang mempercayai Tuhan tak ada), meski memiliki perbedaan pandangan yang sungguh berlawanan, namun keduanya ternyata menyepakati 1 hal: bahwa keberadaan atau ketiadaan Tuhan tidak bisa dibilang 100% absolute, artinya, kedua belah pihak sama-sama mengakui bahwa pandangan mereka tidak bisa dibuktikan secara 100% meyakinkan seperti pembuktian bahwa hukum gravitasi itu eksis di planet bumi.

Itu artinya, ada sebuah tindakan “iman” yang dilakukan masing-masing kubu untuk menjadikan apa yang mereka yakini menjadi 100% benar bagi mereka.

Meskipun banyak non-believer yang juga mencibir kata “iman” itu sendiri, namun sebenarnya tanpa disadari, ketika mereka mengatakan bahwa mereka meyakini bahwa Tuhan tidak ada, mereka sedang beriman bahwa Tuhan tidak ada. Mengapa demikian? Karena bukankah sudah jelas kedua belah pihak mengatakan mereka tidak mengetahui secara 100% pasti?

Richard Dawkins, sebagai salah satu pemikir modern yang mendukung ketiadaan Tuhan, pernah ditanya, berapa besar keyakinan dia mengenai ketiadaan Tuhan, dan Richard mengatakan bahwa dia tidak bisa memberikan angka pastinya, yang dia bisa berikan hanyalah gambaran “kisaran” lebih dari 50% namun tidak 100%

Jika demikian, apa yang mengisi persentase kekurangan untuk menggenapi 100%? Iman bukan?

Iman adalah percaya meski belum melihat. Dawkins dan banyak non believer lainnya memiliki kecondongan besar bahwa Tuhan tidak ada, namun tidak yakin sampai 100%. Tapi mereka membela, menyebarkan, dan berargumentasi mengenai keyakinan mereka seolah-olah apa yang mereka percayai adalah 100% meyakinkan dan 100% layak dipercaya. Bagaimana mereka bisa melakukan itu tanpa beriman bahwa Tuhan tidak ada?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *