penulisJosuaIwanWahyudi

Menjadi Penulis Seperti JIW?

3 ALASAN TERBANYAK ORANG TIDAK MENULIS BUKU!

10 tahun yang lalu, saya tidak pernah membayangkan akan bisa menulis sebuah buku dan kemudian diterbitkan. Buku pertama saya, “Get Your Wisdom” adalah sebuah buku yang sangat sederhana setebal 72 halaman dan dijual hanya seharga 10.000 rupiah.

Yang mengagumkan, buku itu cetak ulang 2 kali di tahun pertamanya dan itu benar-benar menjadi sebuah kejutan.

Sejak itu, saya menjadi orang yang tergila-gila dengan menulis dan hingga hari ini sudah ada 33 buku yang saya tulis dan terbitkan. Kalau Anda ingin tahu apa saja buku-bukunya, silahkan dilihat disini.

Saya tidak pernah menyangka bahwa memiliki buku bisa mengubah kehidupan saya secara besar-besaran. Bisnis training yang saya mulai di tahun 2010 sangat tertolong perkembangannya karena buku-buku saya.

Banyak klien yang mengetahui profil saya karena buku. Banyak orang yang mengundang saya berbicara karena mereka membaca buku saya. Dan bahkan, saya memiliki kesempatan untuk terkoneksi dengan orang-orang penting karena buku saya yang “membukakan” jalan bagi saya.

Tapi itu semua bukanlah yang paling membahagiakan. Termasuk uang penjualan dan royalty yang di kemudian hari menolong keuangan saya secara signifikan, juga bukanlah yang paling membahagiakan.

Hal yang paling membahagiakan dari menulis buku adalah ketika suatu hari, seseorang mengirimi saya email. Orang yang sama sekali tidak dikenal, dan tinggal di tempat yang sama sekali belum pernah Anda kunjungi. Lalu, orang itu berkata bahwa buku saya mengubah cara berpikir dia tentang kehidupan dan membawa banyak perubahan positif di dalam hidupnya. Dia berterima kasih karena Tuhan memakai saya untuk berbicara kepada dia lewat buku yang saya tulis.

Dan email-email semacam ini bukanlah satu atau dua gelintir. Selama 10 tahun saya menulis, mungkin sudah ratusan email semacam ini yang saya terima. Termasuk salah satu email yang bercerita bahwa dia dan pasangannya batal bercerai karena membaca buku saya yang berjudul “Menikah Adalah Bunuh Diri?”

Respon-respon ini yang menggetarkan hati saya, karena saya sama sekali tidak menyangka bahwa sebuah buku bisa memiliki dampak sebesar itu kepada kehidupan seseorang. Inilah yang membuat saya tidak pernah berhenti menulis.

Jika kita tahu bahwa tulisan dan buku bisa begitu powerful, mengapa tidak banyak yang mau melakukannya? Jika menulis buku begitu banyak manfaatnya, mengapa tidak banyak orang yang mau mulai menulis dan menerbitkan bukunya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *