AHOK: EQ’nya tinggi atau jongkok?

BAGAIMANA DENGAN AHOK?

Nah, jika dirangkum dengan sederhana, 3 indikator umum orang yang memiliki Kecerdasan Emosi (EQ) tinggi adalah memiliki kesadaran (awareness) terhadap diri-sendiri dan orang lain, kemudian mampu mengelola dan memanfaatkannya untuk mencapai hasil akhir yang produktif (menurut dia).

Lalu bagaimana dengan Ahok? Apakah Ahok melakukan 3 hal yang “cerdas emosi” tersebut?

Mari kita tilik satu-persatu. Apakah ketika Ahok marah-marah dan bertindak “agresif”, dia melakukannya masih dalam kondisi aware? Atau itu hasil luapan emosi yang tak terkontrol?

Bagaimana kita mengetahui bahwa seseorang masih dalam kondisi aware? Orang itu sadar apa konsekuensi tindakannya dan SIAP MENERIMA konsekuensinya. Jadi, EQ bukan berbicara pada “marah-marahnya”, tetapi lebih kepada “ketika dia marah, apakah dia MEMUTUSKAN dengan sadar untuk marah dan tahu apa akibatnya serta siap menanggung akibat tersebut”?

Menurut Anda, apakah Ahok melakukan semua yang dia tunjukkan selama ini dengan SADAR dan memang MEMILIH untuk bertindak demikian? Menurut Anda, apakah Ahok sudah menghitung semua konsekuensi-konsekuensinya dan siap menanggung konsekuensi itu? Menurut Anda, apakah Ahok “hilang sesaat”, khilaf, tak terkontrol, dan menyesali apa yang dia lakukan kemudian? Silahkan Anda menilainya sendiri dari kacamata pengamatan Anda dan kemudian memutuskan di bagian awareness ini apakah dia memiliki Kecerdasan Emosi (EQ) yang baik atau tidak.

Lalu yang berikutnya,

Dari sisi Menggunakan emosi untuk hasil akhir yang produktif, menurut Anda, apakah Ahok dengan sadar MEMUTUSKAN untuk menjadi agresif dan “menekan” agar dia bisa mencapai hasil akhir yang menurut dia produktif? Menurut Anda, apakah tindakan represif dan frontalnya itu lahir dari sebuah “strategi” yang memang dia pilih, atau sekedar ledakan emosi sesaat yang tak bisa ia kendalikan dan muncul tanpa bisa dia kontrol?

Menurut Anda, apakah yang dia lakukan selama ini adalah “in purpose” atau hanya sekedar sebuah nature dan habit yang mengendalikan dia?

Bahkan, lebih ekstrim lagi, pemilihan kata-kata (yang bagi sebagian orang seharusnya tak pantas diucapkan oleh orang sekaliber “leader” seperti Ahok) yang dia pilih, menurut Anda, itu memang dengan SADAR dia putuskan untuk diucapkan atau sekedar lahir dari reaksi otomatisnya ketika dia sedang emosional?

Sekali lagi, dari kacamata pengamatan Anda sendiri, silahkan Anda menentukan apakah Ahok memiliki Kecerdasan Emosi (EQ) yang tinggi atau malah jongkok?

 

JADI, AHOK CERDAS EMOSI ATAU TIDAK?

Sejak awal, saya memang tidak ingin menjawab pertanyaan ini melalui artikel yang saya tulis. Saya hanya ingin memaparkan definisi Kecerdasan Emosi (EQ) yang sesungguhnya dan membiarkan Anda menilai sendiri, sesungguhnya apakah Ahok memang cerdas emosi? Atau dia hanyalah seorang monster emosional? Silahkan Anda tentukan sendiri.

 

Untuk menambah pemahaman Anda tentang EQ, silahkan membaca ini.

 

JOSUA IWAN WAHYUDI
Master Trainer EQ Indonesia
@josuawahyudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *