Apakah Tuhan Sungguh Ada?

DARIMANA KOMPLEKSITAS YANG PRESISI INI MUNCUL?

Jika Anda membaca tulisan ini dari sebuah gadget atau smartphone yang canggih, menurut Anda developer atau pencipta gadget itu lebih canggih dari gadget itu sendiri, atau kalah canggih? Jawabannya sederhana, pastilah developernya lebih canggih itu sebabnya bisa menciptakan benda yang canggih di tangan Anda sekarang.

Sebuah lukisan abstrak yang lahir dari tangan Piccaso, menurut Anda apakah lukisan itu lebih kompleks dari imajinasi Piccaso, atau sesungguhnya imajinasi Piccaso lebih kompleks dari lukisannya? Bukankah imajinasi Picasso lebih kompleks (atau minimal sama kompleksnya) dengan lukisannya?

Jika Anda mempelajari alam semesta, kehidupan, baik secara makro (alam semesta dan kehidupan), maupun mikro (tubuh manusia, sel, DNA, atom), semuanya amat sangat kompleks. Bahkan untuk menyamai kemampuan processing otak manusia saja, dibutuhkan hingga bisa mencapai 100.000 komputer! Itu baru otak manusia, belum yang lain-lain.

Dengan kompleksitas keseluruhan tatanan kehidupan (bukan Cuma manusia saja), maka jelas dibutuhkan “oknum” yang lebih kompleks untuk menciptakannya?

“Bagaimana dengan evolusi?” Teori evolusi menjelaskan bahwa semuanya diawali tidak sekompleks itu, semuanya dimulai dari sebuah sel sederhana sebelum semua menjadi seperti sekarang ini. Lalu sel sederhana itu selama milyaran tahun melewati proses evolusi.

Kalau toh benar begitu kejadiannya. Pertama, sel itu sendiri tidaklah sederhana. Sebuah sel sendiri sudah sangat kompleks. Kedua, evolusi terjadi melalu sebuah “mekanisme” / “hukum” tertentu, pertanyaannya, entity apa/siapa yang menciptakan hukum yang mengatur proses evolusi itu?

Tidak ada sesuatu yang non kekal yang bisa muncul dari ketiadaan tanpa disebabkan oleh material sebelumnya. Hukum yang mengatur evolusi (saya mengandaikan kalau evolusi sungguh ada), tidak mungkin muncul begitu saja sebagai sebuah hukum yang berkuasa atas material yang ada bukan?

Apa/siapa yang menciptakan hukum itu? Kembali ke nomor 1, dibutuhkan entity yang kekal yang superior untuk menciptakan material non kekal.

 

Di blog ini akan terlalu panjang untuk dibahas secara mendetail dan menyeluruh, itu sebabnya, saya mengakhiri sampai disini dulu.

Tulisan ini tidak ditujukan untuk memulai perdebatan, tulisan ini juga tidak ditujukan untuk men’challenge para non believer, itu sebabnya saya tidak mengharapkan munculnya debat kusir (yang dimanapun tempatnya, selalu tiada akhirnya) di bagian komentar dari artikel ini.

Tulisan ini hanyalah bahan perenungan pribadi, terutama untuk para believer, yang mengaku percaya akan Tuhan.

 

Untuk ulasan yang lebih lengkap mengenai keberadaan Tuhan, Anda bisa membacanya disini

Josua Iwan Wahyudi
instagram: JosuaIwanWahyudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *