Daud & Yonatan Pasangan Gay?

Mari kita bedah ayat-ayat yang seringkali dikutip menjadi pendukung terjadinya hubungan homoseksual antara Daud dan Yonatan.

1 Samuel 18:1
“Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.”

Ayat ini ditafsirkan bahwa Yonatan “fall in love” dengan Daud.

Kata “berpadu” disini menggunakan kata “qashar” yang artinya terikat atau ‘bounded’. Apakah ini bisa langsung serta merta dikatakan jatuh cinta?

Bukankah cukup sering kita berkenalan dengan seorang teman baru, lalu entah kenapa kita merasa cocok, sreg, seolah-olah nyambung banget dan seperti sudah teman lama padahal baru berjumpa saat itu. Dan sejak itu, “chemistry” pertemanan kita begitu “dapet”. Apakah kejadian seperti ini langka? Ataukah umum terjadi dalam konteks pertemanan? Inilah yang disebut dengan bounded atau ‘qashar’

Lalu, semua kata “mengasihi” yang digunakan baik dalam 1 Samuel 18 maupun 1 Samuel 20 (nantinya), semuanya menggunakan kata “Ahab” atau “Ahabah”, yang memang bisa saja diartikan sebagai sexual love, namun juga bisa diartikan sebagai God’s love (agape).

Dalam membaca sebuah teks dalam Alkitab, penting sekali untuk mendudukkan teks pada konteks yang benar. Dalam konteks kejadian ketika Yonatan “Ahabah” kepada Daud, selalu lebih tepat dan lebih make sense jika diterjemahkan sebagai sebuah agape love ketimbang sexual love.

Lihat reaksi Yonatan. Setelah berkenalan dengan Daud dan membuat ikatan pertemanan, Yonatan menyerahkan pakaian perang pribadinya. Ini sebuah tindakan penting karena pada masa itu, pakaian perang pribadi melambangkan otoritas dari orang tersebut. Pakaian perang raja dan pangeran tidak boleh dipakai sembarang orang karena melambangkan kekuasaan orang itu.

Masih ingat ketika Daud secara sukarela mengajukan diri melawan Goliat? Saul meminta pakaian perang pribadinya diberikan kepada Daud sebagai tanda bahwa Daud diberi otoritas lang sung oleh raja dan berperang mewakili raja.

Yonatan menunjukkan dukungan penuh untuk “karir” Daud di istana dan “mempermudah” jalan Daud dengan memberikan perlengkapan perang pribadinya, supaya tentara lebih respek kepada Daud.

Mungkinkah orang yang lagi “nafsu” secara seksual lalu bereaksi dengan memberi peralatan perang? Well, walaupun mungkin-mungkin saja, tapi sepertinya ini sebuah skenario yang agak dipaksakan. Karena kalau memang Yonatan bernafsu pada Daud, dia akan lebih memilih untuk mengajak Daud ke kamarnya langsung bukan?

3 thoughts on “Sebuah Pertanyaan?

  1. Sangat bagus pembahasan dari artikel ini, menelaah hal-hal yang cenderung diabaikan dan membuat gamer secara tak sadar berperilaku hal-hal yang berujung destruksi terhadap hidupnya di dunia nyata. Terus sharing hal yang bermanfaat ya kak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *