5 Ancaman Mental dari Game OnLine

Perkembangan dunia game yang beralih kepada sistem online dan berhasil memunculkan budaya baru berupa “Digital Social Gaming” jelas merupakan fenomena tersendiri yang mewarnai perkembangan Gen-Y dan Gen-Z hari-hari ini. Kematian era game konsol (Play Station, X-Box, dll) menjadi kian nyata dengan munculnya banyak game online yang gratis, seru, dan yang terpenting: melibatkan pemain di seluruh dunia, selama 24 jam, dan bisa dimainkan dimanapun hanya dengan bermodalkan smartphone seharga kurang dari 1 juta rupiah!

Saya sendiri penggemar game, walaupun bukan termasuk gamers maniac atau hardcore gamers. Beberapa game online yang pernah saya jamah adalah Clash of Clan (not bad, sekarang sudah level 127), Haypi Pirates (masih sedikit orang Indo yang main game ini), Samurai Siege (pernah sampe bergadang gara-gara sistem warnya yang 12 jam itu ~ gelo!).

Setelah sekitar 2 tahun terakhir ini “mengalami” sendiri bagaimana menjadi bagian dari gaming world ini, maka dari hasil pengamatan pribadi, saya menemukan setidaknya ada 5 bahaya dari Game Online. Eits… sebelum buru-buru antipati, coba baca dulu apa yang saya paparkan, baru boleh mengomentarinya:

post14


 

1. FALSE SUCCESS FEELING

Cobalah amati, nyaris semua game online, terutama yang memakai sistem daily maintenance (harus bermain tiap hari agar mengalami kemajuan), tidak pernah ada kata tamat. Setiap kali kita menaikkan level sampai puncak, maka sang developer akan melakukan update baru, memunculkan level baru dan memacu pemain untuk kembali mengejar puncak (yang sebenarnya tak pernah ada ujungnya).

Kita digiring untuk mengejar “kesuksesan” yang sebenarnya tak pernah ada. Inilah yang saya sebut dengan perasaan sukses yang palsu. Kita berusaha setengah mati mengejar target-target keberhasilan, tapi begitu kita mencapainya, ternyata masih ada target berikutnya, dan seterusnya dan seterusnya.

Bahkan, saya pernah ada teman yang sudah menghabiskan 15 juta untuk membeli “gem” di Clash of Clan (COC), dan tetap saja kini sang developer memberikan update baru untuk dicapai. Apakah harus sekali lagi mengeluarkan uang? Sampai kapan? Apakah ada ujungnya?

Beberapa orang akan mengomentari bagian ini dengan “Ah… jangan terlalu serius menganalisalah… itu kan cuma game, buat senang-senang aja…”

Masalahnya, sadarkah kita, bahwa dalam hidup ini, kita sebenarnya sedang melakukan hal yang sama bukan? Mengejar “target-target” yang tak pernah ada ujungnya. Kita berusaha naik level dari dulu punya motor, berusaha punya mobil, sudah punya mobil, mau yang lebih mewah. Sudah punya, mau apartemen, lalu mau rumah, lalu mau rumah mewah, lalu, lalu, dan seterusnya…

Kita mengorbankan keluarga, waktu, (dan seringkali kehormatan) untuk mendapat “gem” supaya bisa naik level kehidupan, tapi toh… Ternyata selalu ada “update” target baru yang tak pernah ada habisnya. Bahkan sampai kita matipun, kita tak pernah benar-benar ada di puncak.

Game Online sistem daily playing maintenance, memperkuat gaya hidup dan konsep hidup ini. Tanpa sadar, melalui permainan dan “aktifitas senang-senang”, kita sedang didoktrinasi bagaimana cara hidup kita, yaitu mengejar kesuksesan palsu yang tak pernah ada ujungnya. Kita nikmati sesaat, lalu muncul target baru, sampai-sampai sebenarnya kita sudah lelah meneruskan permainan, tapi terasa “nanggung” karen sudah terlanjur basah…

post19

47 thoughts on “5 Ancaman Mental dari Game OnLine

  1. Ulasan yang sangat super sekali. semua yang anda katakan benar adanya. saya termasuk penyuka game online, pada awalnya saya seperti budak game tersebut. tapi sekarang game tersebut saya jadikan media pendekatan dengan teman jauh. kebetulan sekali saya juga maen get rich.
    bagi clover donk, heheheh

  2. Artikel yang sangat menarik terkait relasi antara EQ dengan game online yang begitu menjamur pada tahun-tahun belakangan ini. Saya sendiri sebagai generasi Y pun terkadang mengalami bagaimana gamelah yang mengontrol waktu saya, bukannya saya yang mengontrol kapan waktu untuk bermain game. Game juga secara tak sadar membentuk mental yang ingin hasil instant setelah melakukan suatu aksi padahal di dunia nyata tidak ada hal yang benar-benar instan untuk meraih keberhasilan.

    Thanks kak Iwan buat artikelnya, sangat memberkati dan memberi wawasan yang lebih baik lagi karena artikel ini ibarat kompas yang memberi arahan untuk kembali kepada jalur yang benar :p he he

  3. Artikel yg benar2 super,kebetulan saya juga main coc om.sya setuju sekali dengan om joshua dan saya pun menyadari hal itu…oleh karena itu saya dan teman2 clan saya berusaha memperbanyak sisi positif dri game coc…antara lain kita selalu rutin kopdar,dan 1 bulan sekali kita mengunjungi panti asuhan untuk bakti sosial…sya setuju segala sesuatu ada sisi positif dan negatifnya,tinggal bagaimana kita mengolahnya.

  4. mantap Bro.. ane emang maniak banget sama game.. khususnya COC. soalnya ane leader clan besar di daerah kalimantan… dengan membaca artikel ente ane sadar. achievement yg ane dpt hnya sebuah kesemuan.. keren bro

  5. website yang sangat baik isinya, merubah pemahaman seseorang dari yg tadinya gamers sejati menjadi semakin berkurang. saya rasa ini merupakan motivasi yg baik karena dapat merubah pola pikir seseorang menjadi kearah yg lebih baik. terlebih game di jaman sekarang banyak yg mengandung unsur2 moral yg berakibat pada rusaknya akhlak seseorang. contohnya saja bagi gamers sejati, sudah pasti dalam hidupnya tiada hari tanpa bermain game. akibat dari kecaduan game ini, banyak hal yg seharusnya bisa dilakukan dengan kegiatan positif, justru hanya dipakai untuk bermain game. lanjutkan postingan2 yg bermanfaat lainnya..

  6. INI artikel sangat luar biasa. Seandainya ada tombol rating saya kasih 5 bintang. Saya juga seorang gamer. bener bung bagi saya game m3nurunkan kualitas hidup, saya mengalami pekerjaan terbengkalai, 5 tahun jadi gamer telah membuat saya jatuh secara ekonomi dan kehidupan sosial. Ditinggal pacar, gak kenal tetangga. parah bung.

  7. thanks bung, artikel anda menyadarkan saya, banyak waktu terbuang sia sia karena game online, semoga artikel ini memberikan banyak manfaat bagi orang orang yang hidup didunia game online…

  8. terimakasih artikelnya menyadarkan saya penggila game online dan saya sadar betapa hancurnya kita di buat oleh game tersebut, berapa banyak waktu kita yg terbuang yg ga ada ujungnya.

  9. Artikel bermanfaat , membuat saya tersadar bhwa game tidaklah mampu memjadikan saya seorang yang hebat… Tapi dgn mengabdi pada ortu ,dan tuhan itulah yg membuat saya baik di mata Allah… Thanks sob, skrg saya mlai belajar utk tdk trlalu cinta game meskipun bkn game online..

  10. Bener bang artikelnya sungguh bermakna dan real atas apa yg ada di masalah dunia game on line, q jg suka game get rich sampai2 lupa waktu. Thnxs bang artikelnya bermanfaat

  11. Keren banget artikelnya om, saya merupakan salah satu pecinta game online. Sudah setahun ini saya memainkan game android yang sedang booming saat ini yaitu coc. Gara2 game ini saya sudah banyak menghabiskan waktu dan membuat saya menjadi lepas kendali… Tapi stelah liat artikel ini, saya menjadi semakin yakin untuk meninggalkan game yang sudah lama menemani saya.. Terima kasih atas artikelnya 🙂

  12. wah wah, super duper masbro penjelasannya… kita tau, paham, sadar, tapi belum mau berubah… bagi saya disitu yg jadi masalahnya sebagai online gamer

  13. Luar biasa. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi kepada anak muda agar dapat menggunakan waktu mudanya untuk beraktifitas didunia nyata.

  14. artikel yang mantap….. tentu saja saja kalau saya lebih senang game yg bisa tamat daripada setiap hari menghabiskan waktu untuk upgrading, raiding, dan clan wars. saya bukan tipe pemain seperti itu. karena itu saya memutuskan untuk keluar dari coc ( waktu itu udah TH 4). game ini nnga ada manfaatnya blas buat saya. saya senang online. namun yg berkompetisi dan tidak menyita banyak waktu. seperti tekken maupun gta online.

  15. betul sekali bang, saya juga penggemar game coc setelah membaca artikel di atas saya jadi termotivasi untuk mengurangi bermain game online…….saya kasi 5 bintang buat blog ini excelent thanks you…

  16. Hmmhmm bener jg saya jg termasuk gamer sehidup semati alias (nogame no life) hmm ini termsk jg motivasi dan bimbingan untuk pr gamer. Salam.re ananda 12th

  17. Bener,Memang Game Online Membuat Orang Ingin Mencapai Level tertinggi. Cuman Gara Gara Maintenace Server Bikin Orang Tergila-gila ingin mencapai level Tertinggi….

  18. Artikel super bang, banyak yang saya korbankan buat game , baca artikel ini saya pengen berhenti bang ..makasih ijin share

  19. Artikel dan penjelasannya tepat bang..trimakasih udh mnympatkan waktu untuk berbagi ilmu dan penjelasan yang sangat bermanfaat untuk tmn2 pecinta game online termasuk saya meskipun saat ini masih membiasakan diri untuk bisa membagi waktu..sekali lagi suksma bli….heee

  20. saya ign berhenti dari COC. betapapun tingginya level saya saat ini ,tp ini hnyalah kesuksesan yang semu. Saya dituntut game utk online, waktu sya terbuang sia2, emosi yg cepat meluap apabila kalah di war. Ini semua membuat saya kurang bisa menikmati hidup sya, secara real dan saya ign benar2 berhenti.

  21. waaaah,, makasiih kang iwan, artikel.a muanteb abis, memotivasi sekali dan membantu menyadarkan claser” stupid ini,, makasih sekali lagi terimakasih,, boleh saya jadikan tambahan revrensi skripsi saya kang?????

  22. Mantap sekali…saya jadi termotivasi untuk terlepas dari coc…kondisi saya yg sekarang jadi leader di coc dan akun sya yg lebih dari 10 membuat saya lupa segalanya…makasih artikel nya..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *