5 Ancaman Mental dari Game OnLine

3. MIXING THE REALITY & VIRTUALITY

Seringkali, orang yang terlalu sering dan terlalu “jump in” dalam dunia online, mulai tak bisa lagi membedakan mana dunia nyata dan mana dunia permainan. Salah satu rekan clan saya dalam permainan Haypi Pirates pernah mengeluarkan uang 1,5 juta secara spontan hanya karena dia baru saja diserang dan kalah. Ketika saya dan beberapa orang bertanya, “apakah tidak sayang?”

Jawabnya, “Ini adalah masalah kehormatan bung!”

Pertanyaannya, perlukah mempertahankan kehormatan di dunia permainan yang bahkan semua pemainnya tidak pernah bertemu muka dengan kita dan bahkan tidak tahu siapa kita? Kehormatan apa yang dipertahankan? Sekiranya kita kalah hancur lebur pun, musuh kita juga tidak tahu siapa kita. Dalam dunia game, kita hanyalah sebatas nama user id. Tidak lebih dari itu. Tapi seringkali kita menganggapnya seperti dunia nyata dan kekalahan kita seolah-olah seperti sebuah kekalahan nyata yang merusak hidup kita.

Dan lebih dari itu, saya juga menjumpai banyak sekali anak muda yang lebih suka “gaul” dengan teman-teman clan COC’nya daripada keluar kamar dan bertemu dengan teman-teman yang sesungguhnya. Memang, ada beberapa kasus dimana clan COC yang kuat persaudaraannya akhirnya melakukan kopdar dan membuat komunitas dalam pertemuan nyata. Tapi, itu lebih banyak terjadi pada gamer dewasa.

Pada gamer remaja, saya menemukan lebih banyak kasus mereka meng’isolasi diri dari lingkungan sosial nyata dan asyik bersosialisasi secara virtual dalam clan-clan game. Padahal sekali lagi, kita hanyalah sebatas user id di dunia game. Sebagai orang yang mempelajari Kecerdasan Emosi (EQ) secara mendalam, saya menjumpai, social media dan game online menjadi salah satu teknologi yang menyumbang turunnya tingkat EQ generasi muda di Indonesia.

Karena terlalu banyak terlibat dalam interaksi sosial digital yang “introvert”, terisolasi, dan miskin ekspresi emosional nyata (ingat, emosi dan emoticon berbeda jauh!), maka kaum muda kehilangan kemampuan berosialisasi, berinteraksi, dan berkomunikasi secara verbal maupun emosional dalam konteks lingkungan “real”.

Yang membahayakan, banyak gamer yang merasa dunia game lebih nyata dari dunia nyata itu sendiri! Inilah salah satu contoh dunia game & nyata sudah “kecampur”:

post17

49 thoughts on “5 Ancaman Mental dari Game OnLine

  1. Ulasan yang sangat super sekali. semua yang anda katakan benar adanya. saya termasuk penyuka game online, pada awalnya saya seperti budak game tersebut. tapi sekarang game tersebut saya jadikan media pendekatan dengan teman jauh. kebetulan sekali saya juga maen get rich.
    bagi clover donk, heheheh

  2. Artikel yang sangat menarik terkait relasi antara EQ dengan game online yang begitu menjamur pada tahun-tahun belakangan ini. Saya sendiri sebagai generasi Y pun terkadang mengalami bagaimana gamelah yang mengontrol waktu saya, bukannya saya yang mengontrol kapan waktu untuk bermain game. Game juga secara tak sadar membentuk mental yang ingin hasil instant setelah melakukan suatu aksi padahal di dunia nyata tidak ada hal yang benar-benar instan untuk meraih keberhasilan.

    Thanks kak Iwan buat artikelnya, sangat memberkati dan memberi wawasan yang lebih baik lagi karena artikel ini ibarat kompas yang memberi arahan untuk kembali kepada jalur yang benar :p he he

  3. Artikel yg benar2 super,kebetulan saya juga main coc om.sya setuju sekali dengan om joshua dan saya pun menyadari hal itu…oleh karena itu saya dan teman2 clan saya berusaha memperbanyak sisi positif dri game coc…antara lain kita selalu rutin kopdar,dan 1 bulan sekali kita mengunjungi panti asuhan untuk bakti sosial…sya setuju segala sesuatu ada sisi positif dan negatifnya,tinggal bagaimana kita mengolahnya.

  4. mantap Bro.. ane emang maniak banget sama game.. khususnya COC. soalnya ane leader clan besar di daerah kalimantan… dengan membaca artikel ente ane sadar. achievement yg ane dpt hnya sebuah kesemuan.. keren bro

  5. website yang sangat baik isinya, merubah pemahaman seseorang dari yg tadinya gamers sejati menjadi semakin berkurang. saya rasa ini merupakan motivasi yg baik karena dapat merubah pola pikir seseorang menjadi kearah yg lebih baik. terlebih game di jaman sekarang banyak yg mengandung unsur2 moral yg berakibat pada rusaknya akhlak seseorang. contohnya saja bagi gamers sejati, sudah pasti dalam hidupnya tiada hari tanpa bermain game. akibat dari kecaduan game ini, banyak hal yg seharusnya bisa dilakukan dengan kegiatan positif, justru hanya dipakai untuk bermain game. lanjutkan postingan2 yg bermanfaat lainnya..

  6. INI artikel sangat luar biasa. Seandainya ada tombol rating saya kasih 5 bintang. Saya juga seorang gamer. bener bung bagi saya game m3nurunkan kualitas hidup, saya mengalami pekerjaan terbengkalai, 5 tahun jadi gamer telah membuat saya jatuh secara ekonomi dan kehidupan sosial. Ditinggal pacar, gak kenal tetangga. parah bung.

  7. thanks bung, artikel anda menyadarkan saya, banyak waktu terbuang sia sia karena game online, semoga artikel ini memberikan banyak manfaat bagi orang orang yang hidup didunia game online…

  8. terimakasih artikelnya menyadarkan saya penggila game online dan saya sadar betapa hancurnya kita di buat oleh game tersebut, berapa banyak waktu kita yg terbuang yg ga ada ujungnya.

  9. Artikel bermanfaat , membuat saya tersadar bhwa game tidaklah mampu memjadikan saya seorang yang hebat… Tapi dgn mengabdi pada ortu ,dan tuhan itulah yg membuat saya baik di mata Allah… Thanks sob, skrg saya mlai belajar utk tdk trlalu cinta game meskipun bkn game online..

  10. Bener bang artikelnya sungguh bermakna dan real atas apa yg ada di masalah dunia game on line, q jg suka game get rich sampai2 lupa waktu. Thnxs bang artikelnya bermanfaat

  11. Keren banget artikelnya om, saya merupakan salah satu pecinta game online. Sudah setahun ini saya memainkan game android yang sedang booming saat ini yaitu coc. Gara2 game ini saya sudah banyak menghabiskan waktu dan membuat saya menjadi lepas kendali… Tapi stelah liat artikel ini, saya menjadi semakin yakin untuk meninggalkan game yang sudah lama menemani saya.. Terima kasih atas artikelnya 🙂

  12. wah wah, super duper masbro penjelasannya… kita tau, paham, sadar, tapi belum mau berubah… bagi saya disitu yg jadi masalahnya sebagai online gamer

  13. Luar biasa. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi kepada anak muda agar dapat menggunakan waktu mudanya untuk beraktifitas didunia nyata.

  14. artikel yang mantap….. tentu saja saja kalau saya lebih senang game yg bisa tamat daripada setiap hari menghabiskan waktu untuk upgrading, raiding, dan clan wars. saya bukan tipe pemain seperti itu. karena itu saya memutuskan untuk keluar dari coc ( waktu itu udah TH 4). game ini nnga ada manfaatnya blas buat saya. saya senang online. namun yg berkompetisi dan tidak menyita banyak waktu. seperti tekken maupun gta online.

  15. betul sekali bang, saya juga penggemar game coc setelah membaca artikel di atas saya jadi termotivasi untuk mengurangi bermain game online…….saya kasi 5 bintang buat blog ini excelent thanks you…

  16. Hmmhmm bener jg saya jg termasuk gamer sehidup semati alias (nogame no life) hmm ini termsk jg motivasi dan bimbingan untuk pr gamer. Salam.re ananda 12th

  17. Bener,Memang Game Online Membuat Orang Ingin Mencapai Level tertinggi. Cuman Gara Gara Maintenace Server Bikin Orang Tergila-gila ingin mencapai level Tertinggi….

  18. Artikel super bang, banyak yang saya korbankan buat game , baca artikel ini saya pengen berhenti bang ..makasih ijin share

  19. Artikel dan penjelasannya tepat bang..trimakasih udh mnympatkan waktu untuk berbagi ilmu dan penjelasan yang sangat bermanfaat untuk tmn2 pecinta game online termasuk saya meskipun saat ini masih membiasakan diri untuk bisa membagi waktu..sekali lagi suksma bli….heee

  20. saya ign berhenti dari COC. betapapun tingginya level saya saat ini ,tp ini hnyalah kesuksesan yang semu. Saya dituntut game utk online, waktu sya terbuang sia2, emosi yg cepat meluap apabila kalah di war. Ini semua membuat saya kurang bisa menikmati hidup sya, secara real dan saya ign benar2 berhenti.

  21. waaaah,, makasiih kang iwan, artikel.a muanteb abis, memotivasi sekali dan membantu menyadarkan claser” stupid ini,, makasih sekali lagi terimakasih,, boleh saya jadikan tambahan revrensi skripsi saya kang?????

  22. Mantap sekali…saya jadi termotivasi untuk terlepas dari coc…kondisi saya yg sekarang jadi leader di coc dan akun sya yg lebih dari 10 membuat saya lupa segalanya…makasih artikel nya..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *