Gay Marriage: My Personal Opinion

5 hal sebelum Anda membaca tulisan saya ini:

1. Ini adalah tulisan terpanjang di blog saya, so be prepared…
2. Ini adalah opini pribadi yang tidak mewakili organisasi / intitusi gereja apapun
3. Ini tidak ditulis sebagai respon terhadap seseorang / kelompok khusus, ini murni respon terhadap opini publik
4. Ini bukan sebuah serangan, ini sebuah publikasi pemikiran, bacalah dengan “santai”
5. Anda berhak tidak setuju, dan saya sangat terbuka terhadap point of view yang berbeda

FOR THE FIRST…

Lady Gaga berujar, “we were born this way”

po5

Kalimat ini dengan segera seolah-olah seperti “menyadarkan” banyak orang (termasuk para kaum gay), bahwa menjadi gay bukanlah sebuah pilihan, melainkan memang merupakan “nasib” yang harus mereka terima, syukuri, dan jalani dengan sukacita.

Masalah-masalah modern yang berkembang di sepanjang kehidupan kita, memang selalu menantang kita untuk membuktikan apakah kekristenan benar-benar masih relevan dan bisa menjawab perkembangan zaman. Namun, ujian terhadap kekristenan tidak pernah seberat seperti hari-hari ini. Perkembangan teknologi, semakin liberalnya pemikiran masyarakat, semakin menyatunya dunia global dalam sebuah budaya yang “linear”, benar-benar mulai memisahkan orang-orang Kristen menjadi kubu-kubu yang saling bertentangan, dan ini membingungkan banyak orang Kristen lainnya.

Tadinya, sungguh saya tidak ingin berkomentar secara publiK mengenai ini.

Namun, menyimak semua perdebatan yang terjadi di dunia sosial media mengenai pengesahan gay marriage yang terjadi di Amerika, menggelitik saya dan membuat saya “gatal” untuk juga ikut berkomentar. Namun, saya mengambil waktu untuk tidak segera ikut terjun berkomentar, tanpa melakukan sebuah pemikiran-pemikiran panjang dan mencoba memahami alasan kedua belah pihak, yaitu pihak yang dengan lemah lembut dan penuh kasih menerima kaum gay apa adanya karena kita semua sama berdosanya dan Yesus menerima semua pendosa. Maupun pihak yang dengan tegas menyatakan gay marriage adalah dosa dan kesesatan, seperti Yesus yang dengan tegas menyatakan dosa di depan khalayak ramai.

Well, inilah pendapat pribadi saya…

 

GAY MARRIAGE BUKANLAH RANCANGAN TUHAN

po6

Dalam hal ini, saya berpegang pada alkitab yang kita yakini bersama dengan sepenuhnya, bahwa alkitab adalah firman Tuhan yang tidak terkorupsi dan relevan hingga akhir zaman. Telah jelas sejak awal (dalam kitab Kejadian)Tuhan  menciptakan pernikahan adalah untuk pria dan wanita. Tanpa perlu menjelaskan panjang lebar, telah jelas dari sisi mental, emosional, peran dan fungsi, hingga sisi fisik, tanda-tandanya telah sangat jelas bahwa pria dipasangkan dengan wanita.

Ini sama jelasnya dengan kaki diciptakan untuk berjalan. Bagaimana kalau ada orang yang memilih berjalan dengan tangan di sepanjang hidupnya? Sederhana, segala sesuatu yang dipakai TIDAK SESUAI dengan tujuan originalnya, akan memunculkan “kerusakan”.

Bagaimana kalau saya memang lahir dengan “gen” untuk berjalan dengan tangan? Saya memang dilahirkan dari sananya begitu! Untuk bagian ini, saya akan berpendapat nanti di bagian akhir.

Selain itu, Roma 1 juga dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan menganggap kegiatan seksual sesama jenis adalah sebuah kesesatan (penyimpangan, kesalahan, ke”tidaknormal”an). Dan sekali lagi, segala sesuatu yang tidak normal, memicu munculnya kerusakan.

Maka kesimpulan saya, aktifitas seksual sesama jenis adalah dosa di mata Tuhan. Karena nyaris tak mungkin terjadi gay marriage atau gay relationship, tanpa ada aktifitas seksual di dalamnya, maka saya berasumsi gay relationship maupun gay marriage, berpotensi besar melahirkan dosa.

Menyatakan dosa bukan berarti sebuah kebencian dan penuduhan. Dalam banyak kasus, justru kita mengingatkan dan “menyadarkan” seseorang atas sebuah kesalahan karena kita mengasihi orang tersebut. Maka sikap hati saya ketika saya berpendapat bahwa gay relationship atau gay marriage adalah sebuah ketidakbenaran, adalah karena saya menginginkan mereka mengalami kasih Kristus yang sanggup mengubah mereka menjadi ciptaan baru di dalam Tuhan.

One thought on “Gay Marriage: My Personal Opinion

  1. btul…sekeliling saya byk kaum gay dn pendukung ektrem kaum gay….rata2 mreka py latar blkg kluarga yg bermslh…. jd sypun tdk percaya bhwa gay adlh gen….#lol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *