Gay Marriage: My Personal Opinion

“SAYA MENDUKUNG KAUM GAY, BUKAN GAY MARRIAGE!”

po7

Dunia media sosial terbelah ketika beberapa orang Kristen, pendeta, atau institusi gereja menyatakan dukungan mereka terhadap gay marriage. Sebagian dari mereka menyatakan bahwa “dukungan ini adalah bentuk bahwa kami menerima kaum gay apa adanya dan ingin kaum gay melihat bahwa kekristenan menerima mereka, sehingga ada potensi mereka bisa berubah melalui penerimaan ini.”

Mari kita mundur sejenak.  (andaikan), pemerintah Amerika menyatakan bahwa pemerkosaan adalah sebuah tindakan yang legal dan tidak melanggar hukum dan boleh dilakukan siapa saja.

Apakah lalu kita akan memasang foto “rainbow flag” di sosial media kita sebagai bentuk bahwa “kita menerima para pemerkosa apa adanya, dan berharap dengan adanya penerimaan ini mereka akan makin merasakan kasih Kristus dan berharap mereka akan berubah karena dukungan ini”?

Lalu, ketika teman kita berkomentar, “kok kamu mendukung legalisasi pemerkosaan sih?” Apakah kita akan menjawab, “jangan menghakimi bro, kita semua pendosa, kalau kamu nggak pernah bikin dosa, silahkan lempar batu pertama kali!” Atau mungkin dengan jawaban, “saya tidak mendukung pemerkosaannya, saya mendukung dan bersimpati untuk pemerkosanya”?

Ketika kita memasang rainbow flag namun tidak mendukung gay marriage, itu seperti berkata, “hey it’s ok to be gay, as long you don’t do the gay marriage or the sexual activities with your gay partner”, atau semacam, “it’s ok untuk jadi pemerkosa, asalkan kamu tidak memperkosa seseorang”, atau ini juga mirip seperti berkata kepada orang yang sudah berada di dalam kolam renang, “hai nggak apa-apa pakai baju renang, asal kamu nggak berenang”.

Lagian, mengapa kita memasang rainbow flag untuk simpati kita kepada kaum gay, tapi tidak melakukannya untuk kaum-kaum yang lain (such as pembunuh, pemerkosa, korupsi, teroris, dan sebagainya?). Bukankah semua dosa sama saja? Bukankah pembunuh cs juga kaum yang perlu tahu bahwa Yesus juga mengasihi dan mau menerima mereka? Apa yang membuat kaum gay menjadi lebih spesial dalam menerima “belas kasihan” dibandingkan pendosa yang lain? Bukankah para pelaku kejahatan serius lebih layak untuk mendapatkan simpati dan penerimaan kita agar mereka lebih mudah merasakan kasih Kristus?

 

“Ah, membandingkan gay marriage dengan pemerkosaan, pembunuhan, teroris, dll, terlalu berat sebelah! Tidak segitunya, kali!” (ok, memang sepertinya saya terlalu ekstrim).

Ok then, (anggap saja), pemerintah Amerika melegalkan untuk masyarakatnya berbohong or bergosip dan mengesahkan dalam undang-undang untuk berbohong dan menggosip diperbolehkan serta dilindungi secara hukum. Apakah kemudian, kita juga akan sekali lagi memasang rainbow flag sebagai bentuk dukungan dan penerimaan terhadap para pembohong dan penggosip?

Jika memang, semua dosa sama saja, bukankah seharusnya perlakuan kita juga harus sama semuanya? Mengapa kita meng”anak emas”kan urusan gay marriage ini?

One thought on “Gay Marriage: My Personal Opinion

  1. btul…sekeliling saya byk kaum gay dn pendukung ektrem kaum gay….rata2 mreka py latar blkg kluarga yg bermslh…. jd sypun tdk percaya bhwa gay adlh gen….#lol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *