Hukum Taurat Dibuang Aja!

Banyak orang berpikir, perjanjian baru sudah menyelesaikan hukum taurat sehingga hukum taurat sudah bisa diabaikan.

Pemikiran ini tentu tidak sepenuhnya salah karena memang kedatangan Yesus adalah untuk menggenapi dan “memenuhi” hukum taurat yang gagal dijalankan oleh manusia. Sekali untuk selamanya, Yesus menyelesaikan tuntutan taurat untuk manusia.

Lalu, apakah itu artinya taurat sudah menjadi barang usang yang perlu kita buang?

Marilah kita memikirkan beberapa hal.

Pertama, kalau taurat sudah bisa diabaikan, bukankah itu berarti ada banyak bagian dari perjanjian lama yang seharusnya kita buang saja dan tak perlu lagi dimasukkan ke dalam Alkitab? Bukankah kita sudah tak perlu lagi membaca bagian-bagian yang sudah “usang” dan “tak berguna”?

Padahal, Yesus dan para rasul sebagai pelaku perjanjian baru dan penggenap taurat, berkotbah dengan mengutip taurat dan kitab para nabi. Perjanjian baru terbentuk melalui perjanjian lama. Itu sebabnya, kita tidak boleh membuat pemisahan antara perjanjian lama dan baru, keduanya adalah sebuah rangkaian rencana Tuhan yang “bercerita” tentang misi penyelamatan di dalam Yesus Kristus.

Alkitab yang salah satu perannya sebagai sebuah dokumentasi, membuat pemisahan PL dan PB BUKAN untuk membuat kita berpikir bahwa keduanya adalah berbeda, melainkan untuk memudahkan kita memilah masa sebelum kedatangan Yesus dan masa kedatangan serta setelah Yesus. Penggunaan kata “lama” dan “baru” memang bisa menimbulkan kesalahpahaman.

 

ALASAN TAURAT DIBERIKAN

Kedua, mengapa Tuhan memberikan taurat? Mengapa Yesus tidak langsung muncul saja sejak awal? Memahami tujuan taurat akan membuat kita memahami bagaimana posisi taurat sesungguhnya di dalam injil itu sendiri. Percaya tak percaya, taurat sebenarnya adalah bagian dari sebuah misi injil.

Alasan pertama mengapa taurat diberikan adalah: Israel merupakan bangsa yang sudah hidup dalam perbudakan selama 400 tahun. Itu artinya selama kurang lebih 5 generasi sudah berganti.

Adakah diantara Anda yang masih mengetahui riwayat mengenai nenek moyang yang 5 tingkat diatas Anda? Di zaman sekarang yang memiliki kecanggihan dokumentasi saja, kita mungkin nyaris (atau bahkan tidak sama sekali) memiliki dokumen atau “jejak” apapun soal siapa nenek moyang 5 tingkat di atas kita. Apalagi di zaman Musa dimana dokumentasi begitu sulit.

Memang, bangsa Israel punya tradisi untuk terus menceritakan sejarah mereka secara turun-temurun. Dan memang, bangsa Israel termasuk penjaga tradisi yang kuat. Namun, sebagai generasi muda dan baru, bukankah kita sering mempertanyakan tradisi turun-temurun, menganggap itu percuma, dan walaupun kita melakukannya, tapi hati kita sudah tidak ‘buy in’ lagi dengan tradisi itu.

Nah, bayangkan, generasi kelima ini sudah mengalami pelunturan tradisi dan sejarah, sementara kenyataan dunia yang mereka lihat sejak kecil adalah budaya Mesir. Cara hidup, pemikiran, dan semua hal tentang Mesir mempengaruhi mereka. Bahkan Musa sendiri dididik penuh dengan ke’Mesir’an!

One thought on “Hukum Taurat Dibuang Aja!

  1. sungguh mencerahkan sekali, banyak pertanyaan di dalam hati saya yang terjawab oleh tulisan ini. Keep doing the good works sir !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *