Menjadi Penulis Seperti JIW?

“SAYA NGGAK BISA NULIS”

Pemikiran ini, menjadi salah satu penghambat terbesar yang membuat seseorang tidak pernah memiliki buku sepanjang hidupnya. Dan ironisnya, saya juga awalnya berpikir hal yang sama!

Yang lebih gila lagi, banyak sekali penulis-penulis, yang awalnya juga berpikir seperti itu!

Mengapa seseorang bisa sampai memiliki pemikiran bahwa dirinya tidak bisa menulis? Sederhana, karena dia membandingkan dirinya dengan para penulis yang pernah ia baca bukunya.

Mereka terjebak untuk memakai tulisan orang lain sebagai salah satu tolok ukur standar untuk menjadi penulis. Padahal, menulis adalah sebuah “seni”, artinya, menulis sangatlah fleksibel dan sangat dipengaruhi oleh karakteristik khas sang penulis itu sendiri.

Maka, sekedar membandingkan diri dengan penulis akan menjebak kita untuk memandang remeh diri kita.

Saya mungkin tidak bisa menulis seperti Shakespeare, tapi belum tentu saya tidak bisa menulis. Anda mungkin tidak bisa menulis seperti saya, tapi belum tentu Anda tidak handal dalam menulis. Dan saya juga yakin, bahwa Josua Iwan Wahyudi belum tentu bisa menulis seperti Anda!

Artinya? Sangat mungkin Anda memiliki potensi dan bakat menulis. Hanya saja, karena Anda berpikir Anda tidak memilikinya, akibat terlalu membandingkan diri dengan tulisan dan penulis yang sudah ada, itu membuat Anda mengubur kemungkinan bahwa Anda bisa menjadi seorang inspirator melalui tulisan-tulisan Anda.

 

“MENULIS ITU SUSAH!”

Inilah pemikiran kedua yang membuat kebanyakan orang berhenti untuk menjadi penulis.

Setelah 10 tahun menulis. Percayakah Anda, jika saya berkata seperti ini: “Untuk menulis, Anda tidak perlu ahli dalam menulis”.

Mungkin Anda bingung apa maksudnya.

Banyak dari kita yang berpikir bahwa menulis buku itu memiliki sebuah acuan baku tertentu, sebuah standar gaya bahasa tertentu, atau sebuah pola kalimat tertentu yang dijadikan tolok ukur. Memang pemikiran ini tidak salah.

Tapi, tahukah Anda, bahwa buku HANYALAH ALAT komunikasi. Buku hanyalah sebuah cara untuk memindahkan apa yang ada di dalam pikiran kita ke dalam pikiran orang yang membacanya. Dan cara untuk melakukan ini ada bermacam-macam!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *