MUSISI vs PENYEMBAH

Hari-hari ini, kata “worship”, dalam dunia kekristenan, menjadi lekat sekali dengan musik. Terutama dalam gereja-gereja modern, kata “menyembah” dengan cepat bisa diasosiasikan kepada kegiatan memberikan nyanyian untuk Tuhan. Itu sebabnya, kita mengenal pula sebuah jenis pelayanan yang disebut dengan pelayanan penyembahan yang berisi orang-orang yang melayani Tuhan melalui musik dan nyanyian.

Musik, adalah sesuatu yang unik dan khusus. Mengapa Tuhan begitu meng’istimewa’kan musik? Saya akan membahas hal ini di artikel lain karena akan cukup panjang untuk menguraikan betapa berkuasanya musik dalam menyentuh jiwa manusia dan bagaimana Tuhan bisa memakai musik sebagai senjata rahasia Tuhan.

Tapi dalam artikel ini, saya ingin lebih membahas mengenai ke”salah kaprah”an dalam penyembahan dan musik itu sendiri.

 

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba  sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh  dan kebenaran ; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
– Yohanes 4:23 –

Ketika Yesus membahas tentang para “penyembah”, Dia tidak pernah secara khusus menunjuk kepada hal-hal yang berkaitan dengan musik (bahkan konteks ayat tersebut sama sekali tidak melibatkan musik). Disinilah kita harus memahami bahwa worshippers tidak berkaitan secara tunggal hanya dengan musik karena sesungguhnya, semua orang yang memberi diri untuk mengikut Yesus, adalah para God Worshippers, yaitu penyembah-penyembah Tuhan.

Maka, munculnya istilah “pelayanan penyembahan” yang erat sekali berkaitan dengan musik memang bisa menimbulkan kerancuan. Seolah-olah, penyembahan yang utama hanya bisa dilakukan melalui nyanyian dan lagu, dan para pelayan penyembahan haruslah para musisi. Padahal, penyembahan adalah sikap hati yang diekspresikan melalui tindakan kita, apapun bentuk tindakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *