MUSISI vs PENYEMBAH

Pada saat Tuhan memanggil kita, semua status kita adalah satu, yaitu PENYEMBAH TUHAN. Musisi, pengusaha, pengkotbah, pengajar, dan berbagai status lainnya hanyalah MEDIA EKSPRESI PENYEMBAHAN kita, bukanlah status utama kita.

Itu sebabnya, orang yang memahami identitas dirinya sebagai penyembah, akan mustahil menjadi “songong”, keras kepala, tidak bisa diatur, atau melakukan hal-hal lain yang tidak merefleksikan dirinya sebagai penyembah Tuhan.

Dalam artikel ini, saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengecilkan arti profesi musisi apalagi mendiskreditkan profesi musisi. Seperti yang saya bilang, musik adalah sesuatu yang spesial dalam kekristenan dan musisi adalah orang-orang yang mendapat kehormatan khusus untuk memegang sebuah senjata rahasia bernama musik. Namun, sekali lagi identitas kita sesungguhnya bukanlah musisi, kita adalah para penyembah Tuhan yang submit kepada Tuhan yang kita sembah.

Maka, apapun yang kita lakukan seharusnya menunjukkan dan mencerminkan ke’submit’an kita kepada Tuhan dan firmanNya. Dengan demikian, orang akan melihat kita sebagai penyembah yang bermusik, bukan sebaliknya.

Sekali lagi, Tuhan mencari PENYEMBAH-PENYEMBAH yang benar.

Di artikel berikutnya, saya akan membahas mengenai “Tim Musik Atau Tim Penyembah”, sampai jumpa di artikel berikutnya!

 

JOSUA IWAN WAHYUDI
@josuawahyudi

 

BACALAH JUGA ARTIKEL INI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *