Ngapain Ada Pelayanan Musik di Gereja?

Karena itu, saya meyakini sebuah hal yang menurut saya sangat absolut, yaitu: dalam sebuah pelayanan musik, atau sebuah sesi “ibadah musik”, seharusnya orang semakin sadar dengan kehadiran dan kualitas-kualitas Tuhan, sehingga kemudian mereka menanggapi/meresponi kehadiran dan kualitas-kualitas Tuhan tersebut.

Contoh, ketika kita menyanyikan atau memainkan sebuah lagu, kita berharap melalu lagu dan nyanyian tersebut, jemaat menjadi sadar bahwa Tuhan hadir dan lebih dari itu, jemaat menjadi “tersadarkan” dengan kebaikanNya, kesetiaanNya, kuasaNya, kasihNya, kemurahanNya, dan semua kualitas-kualitasNya.

Pada saat jemaat sadar, maka dengan sendirinya, mereka akan tergerak untuk menanggapi dan meresponi kehadiran Tuhan, entah itu melalui pujian mereka, doa mereka, ucapan syukur mereka, gerakan mereka, komitmen perubahan mereka, dan apapun yang mereka lakukan sebagai bentuk ekspresi menanggapi kehadiran Tuhan.

po2

Maka dari sinilah saya yakin bahwa 2 hal ini adalah esensi pelayanan musik di dalam gereja, yaitu membuat orang sadar akan kehadiran Tuhan dan mendorong mereka untuk meresponi kehadiran Tuhan itu. (berkali-kali dulu saya mengalami bahwa sebuah sesi “penyembahan musikal” bisa membuat orang yang sama sekali tidak percaya Tuhan, tiba-tiba merasakan bahwa Tuhan hadir dan dia meresponinya dengan pertobatannya – saya yakin Anda juga pernah melihat atau bahkan mengalaminya sendiri!)

Sehingga apapun bentuk musik, aransemen, cara bernyanyi, dan liturgisnya, bagi saya tidak lagi menjadi masalah SEPANJANG itu membuat jemaat mengalami kehadiran Tuhan dan membuat mereka menanggapi kehadiran Tuhan tersebut.

One thought on “3 Esensi Kehidupan Gereja

Comments are closed.