Resolusi 100% GAGAL Seri #3 [end]

Seorang pria berusia 37 tahun dengan seorang istri dan 2 anak yang sudah mulai sekolah dasar, mendengar cerita ini dan terinspirasi. Maka ia memutuskan untuk juga keluar dari pekerjaannya di sebuah perusahaan, dan kemudian mengejar mimpi yang sama untuk menjadi milyuner karena dia juga merasa gaji di perusahaannya kurang dari cukup.

Problemnya, pria itu harus menghidupi 4 kepala, usianya hampir 2 kali lipat dari pemuda di cerita pertama tadi, sehingga secara produktifitas fisik mungkin juga sudah berbeda. Inilah yang saya sebut dengan perbedaan realitas.

Maka tidak heran jika pria ini akhirnya malah gagal total, terjerat hutang, dan hidupnya makin merana lantaran “bermimpi besar”.

Dalam kasus di atas, resiko sang pemuda tadi tidak sebesar resiko pria 37 tahun. Si pemuda 19 tahun memang sudah dari awal hidupnya kekurangan, maka ketika dia nekat memulai usaha, dia hanya sedikit turun dari level kehidupan yang sebelumnya dan mempertaruhkannya untuk sebuah peningkatan level yang super tinggi. Dan kondisi pemuda itu hampir “nothing to lose”, paling yang terkorban hanyalah harga diri dan rasa malunya.

Sedangkan si pria 37 tahun, dia menempuh resiko yang lebih besar dan kondisinya “lot of things to lose”. Keduanya memiliki realitas yang berbeda, sehingga tidak bisa disamakan dalam mendefinisikan “bermimpi besar” tadi.

pos29

Makanya, saya dalam berbagai seminar tentang goal setting mengingatkan mengenai bahayanya percaya begitu saja dengan konsep “jangan batasi mimpimu, bermimpilah sebesar yang bisa kau lakukan! Jika itu bisa kamu bayangkan, maka itu bisa diwujudkan!”

Iya, kalimat itu benar, TAPI, Anda harus tahu konsekuensinya, semakin besar target yang Anda canangkan, artinya semakin besar pula pengorbanan dan usaha yang harus Anda tanggung. Nah, realitas Anda memungkinkan atau tidak untuk melakukan pengorbanan dan usaha sebesar itu?

Ibaratnya, realitas Anda adalah memiliki berat badan 100 kg dengan kondisi aktifitas yang begitu padat dan nyaris tak punya waktu luang untuk olahraga. Lalu Anda mentargetkan untuk turun berat badan menjadi 65 kg dalam 2 bulan (artinya 35kg dalam 2 bulan!).

Resolusi yang besar! Bisakah diwujudkan? Bisa saja, tapi artinya, dalam 2 bulan itu, Anda harus siap berkorban besar pula. Mungkin jadwal-jadwal penting Anda hanguskan semua, bila perlu Anda terpaksa harus resign dari pekerjaan, mengeluarkan banyak uang untuk ini itu berkaitan upaya menurunkan berat badan, dan berbagai macam pengorbanan besar lainnya.

3 thoughts on “Sebuah Pertanyaan?

  1. Sangat bagus pembahasan dari artikel ini, menelaah hal-hal yang cenderung diabaikan dan membuat gamer secara tak sadar berperilaku hal-hal yang berujung destruksi terhadap hidupnya di dunia nyata. Terus sharing hal yang bermanfaat ya kak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *