Saat Jatuh Cinta Bukanlah Benar-benar Cinta!

2. JATUH CINTA MEMILIKI PERIODE KIMIAWI

Nah, karena itu sifatnya hanyalah reaksi kimiawi otak yang di”semprot”kan ketika kita menemukan orang yang bisa diajak “bertahan hidup”, maka tentu saja efek kimiawi itu ada masa kadaluwarsanya. Para peneliti mendapatkan hasil bahwa efek jatuh cinta itu bertahan hanya sekitar 2-5 tahun, dan setelah itu lenyap, ia benar-benar tak bisa kembali lagi seperti sedia kala. Itu sebabnya, banyak pasangan yang bubar ketika cairan kimia dalam otak mereka sudah memudar.

Cinta sejati bukanlah sikap dan tindakan yang “dikendalikan” oleh hormon dan cairan kimia. Cinta sejati adalah sebuah kesadaran untuk melakukan sesuatu meski perasaannya sudah memudar. Cinta sejati berbicara mengenai komitmen, kesiapan bertanggung jawab, dan keberanian untuk “mengikat” diri pada sebuah keputusan apapun keadaannya.

Itu sebabnya cinta sejati SANGAT BEDA dengan jatuh cinta. Dalam jatuh cinta, orang benar-benar mengikatkan diri pada perasaannya. Ketika perasaan itu hilang (akibat hilangnya cairan kimia dalam otaknya), maka hilang pula cintanya.

post21

 

3. JATUH CINTA ADALAH DORONGAN SUBCONCIOUS

Perasaan jatuh cinta itu SAMA SAJA dengan ribuan perasaan lainnya yang muncul dalam diri kita. Kenapa kesannya jatuh cinta itu spesial banget? Karena efek yang ditimbulkannya untuk kita memang sangat menyenangkan. Ketika kita jatuh cinta, otak kita memproduksi hormon yang sama seperti ketika orang nge-fly karena drugs, seperti ketika orang memenangkan sesuatu yang penting, sama seperti ketika seseorang mendapat sesuatu yang diidam-idamkan.

Hanya bedanya, jatuh cinta membuat hormon itu lebih konstan mengalir di otak kita, sehingga efeknya terasa seperti terus-menerus.

Tapi sebenarnya, jatuh cinta itu sama saja dengan perasaan kaget, senang, takut, sedih, malas, curiga, dan perasaan-perasaan lainnya yang muncul setiap hari dalam diri kita.

Dan yang lebih seru (dan tak banyak orang yang tahu), seringkali perasaan muncul karena dorongan dari pikiran bawah sadar kita. Contoh, kalau sejak kecil kita gak pernah punya figur ayah yang melindungi dan mengayomi, maka ketika seorang wanita bertemu dengan pria yang tampaknya bisa melindungi dan mengayomi (tampaknya lho… belum tentu benar-benar bisa), maka pikiran bawah sadar akan berkata “ini nih yang kamu butuhin! Dan dia akan mendorong munculnya perasaan jatuh cinta untuk “mengikat” orang itu bersama denganmu.

Itu sebabnya juga ada pria yang suka dengan cewek tomboy, mandiri, tangguh, independen, (bahkan galak!), bisa jadi karena waktu kecil, ia punya figur ibu yang seperti itu dan karena ibunya, mereka bisa bertahan hidup dan menjalani hidup dengan baik-baik saja, maka dalam pikiran bawah sadarnya, ia mengagumi wanita seperti ibunya, maka tidak heran ketika bertemu dengan wanita yang gagah perkasa seperti ibunya, otaknya memunculkan perasaan jatuh cinta.

Nah, maka disinilah problemnya. Semakin banyak masalah dan ke”tidaknormal”an emosional yang tersimpan dalam bawah sadar kita, maka akan semakin besar peluang kita jatuh cinta pada orang yang kurang tepat untuk hidup kita.

Bahkan, saya pernah bertemu kasus orang bisa jatuh cinta dengan sangat mudah kepada berbeda-beda orang. Inipun setelah ditelusuri, karena dalam pikiran bawah sadarnya tersimpan banyak kebutuhan emosional yang tak terlengkapi ketika ia kecil di masa lalunya dulu, maka ketika ia dewasa dan berjumpa dengan orang-orang yang “tampak” bisa memenuhi kebutuhan emosionalnya, siapapun itu, dengan cepat otak bawah sadarnya memunculkan perasaan jatuh cinta.

 

Jadi, setelah mengetahui tentang jatuh cinta ini, masihkah kamu yakin bahwa itu tanda absolut ke’jodoh’anmu?

by Josua Iwan Wahyudi

follow-josua-iwan-wahyudi

2 thoughts on “Saat Jatuh Cinta Bukanlah Benar-benar Cinta!

    • kalau pertanyaannya, apakah perasaan yang dirasakan? ya banyak sekali: ada senang, haru, bersemangat, was-was dan memang itulah yang dirasakan orang yang sedang jatuh cinta.
      tapi kalau pertanyaannya, apakah alasan yang membuat saya menikahi istri saya, jawabannya adalah cinta.

      apakah jatuh cinta dan cinta adalah berbeda? ya jelas berbeda. karena semua perasaan yang dialami seseorang ketika ia jatuh cinta, nyaris tak pernah terjadi lagi ketika sudah menikah lama. Tapi ketika semua “sensasi” jatuh cinta itu berakhir, apakah itu artinya kita berhenti mencintai? tentu tidak, karena cinta itu lebih dari sekedar semua perasaan jatuh cinta.

      karena itu adalah sebuah kesalahan untuk menjadikan jatuh cinta menjadi andalan untuk mempertahankan relationship.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *