Supercell, Clash Royale, dan Kecerdasan Emosi?

HUBUNGANNYA SAMA CERDAS EMOSI?

Well, tidak banyak orang yang bisa dealing dengan perasaan kalah, walau itu cuma di game. Berbagai kasus kita jumpai dimana game bisa sama seriusnya dengan kehidupan nyata. Bagi banyak orang, perkataan “ah, itu kan cuma game” tidaklah relevan karena kalau sudah bicara gengsi dan perasaan ingin menang, entah game, entah bukan, tetap saja itu bisa menjadi sangat penting bagi seseorang.

Bayangkan, dealing dengan perasaan kalah saja sudah sulit, apalagi setelah kalah lalu diejek dan dihina.

Tidak heran, banyak orang-orang yang mengakui bahwa memainkan game Clash Royale justru bukan membuat refresh, tetapi malah menjadi emosional dan membuat mood menjadi tidak enak. Beberapa rekan yang saya kenal kemudian memilih berhenti memainkan game ini lantaran CR terlalu sering membuatnya jadi kesal sendiri dan malah merusak mood.

Bagi saya, ini sebuah keputusan yang bijaksana ketimbang kita terus berlarut-larut terjebak dalam “permainan” Supercell.

Bagi beberapa orang mungkin dia akan berkata, “hallah! gitu aja dibikin serius! kalo jadi marah-marah ya berarti dianya payah, cuma main game aja sampe begitu…” Mungkin memang ada orang-orang yang sudah cukup “kuat” untuk tidak terpengaruh oleh godaan emosional game ini, atau memang dia menganggap “ini cuma game”.

Namun, masalahnya, orang yang bisa bersikap demikian masih sangat sedikit. Apalagi, mengingat kecenderungan masyarakat Indonesia, dan generasi muda kita yang masih kurang bagus dalam pengelolaan emosinya. Maka, CR bisa menjadi salah satu hal yang mengaduk-aduk perasaan dan mood mereka.

 

LALU BAGAIMANA?

Memang, kita tidak bisa menyalahkan Supercell. Ingat, mereka hanyalah INDUSTRI. Mereka TIDAK AKAN memikirkan kesehatan emosi Anda. Mereka tidak peduli apakah game yang mereka ciptakan bisa membuat Anda menjadi bad mood lalu akhirnya bertengkar dengan pasangan Anda lantaran respon Anda jelek akibat barusan dikalahkan dan diejek-ejek di CR. Mereka justru akan melemparkan tanggung jawab kepada Anda sang player, dan mereka takkan pernah mau disalahkan untuk efek dan akibat apapun yang ditimbulkan oleh game yang mereka buat.

Ibaratnya, mereka memasak sebuah makanan, menaruhnya di pinggir jalan, dan kalau ada orang yang memakannya kemudian mati, mereka akan menyalahkan orang yang memakannya karena toh mereka sendiri tidak pernah menyuruh orang untuk memakan makanan itu.

Supercell hanya memikirkan bagaimana supaya makin banyak orang yang memainkan gamenya, dan mengeruk uang sebanyak-banyaknya dari setiap playernya.

Kitalah yang harus bisa memilih sendiri apa yang terbaik untuk diri kita. Kalau Anda merasa CR tidak mempengaruhi keadaan emosional dan membuat Anda fun, ya tentu tidak ada yang salah dengan bermain game tersebut. Kalau Anda merasa CR membuat kondisi emosional Anda terganggu dan kemudian imbasnya bisa kemana-mana, maka Anda perlu melakukan sesuatu agar urusan game tidak merusak kehidupan kita.

Marilah menjadi bijak dengan apa yang kita isi untuk kehidupan kita sendiri.

 

Josua Iwan Wahyudi
Instagram: JosuaIwanWahyudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *