Tim Musik Atau Tim Penyembah?

Untuk lebih membuat kita paham, cobalah Anda lihat perbandingan sederhana berikut ini:

p&w5

Saya sering menyebut “tim penyembahan” adalah tim cermin. Mereka haruslah memantulkan refleksi dari Tuhan agar jemaat terinspirasi untuk “melihat” dan berinteraksi dengan Tuhan ketika mereka melihat kita melayani. “Tim penyembahan” juga adalah tim yang bertugas untuk memantulkan semua ekspresi jemaat (kekaguman, antusiasme, penghormatan, ekspresi hati) kepada Tuhan. “Tim penyembahan” hanyalah fasilitator/perantara/mediator/katalisator untuk orang menyadari kehadiran, kebaikan, dan kekuatan Tuhan melalui media musik.

p&w3

Ketika kita menjadi salah kaprah dengan hanya menganggap bahwa identitas kita adalah tim musik, maka kita akan terjebak untuk menjadi show off, “pamer”, dan tanpa sadar mengarahkan ekspresi jemaat kepada diri kita sendiri.

Kita juga bisa terjebak untuk terlalu berfokus kepada “musikalitas” sampai-sampai musik yang kita mainkan terlalu rumit dan sulit untuk melibatkan jemaat, sehingga akhirnya jemaat hanya “menonton” dan terpukau akan kehebatan musik dan skill yang kita pertunjukkan. Dengan demikian, kita sedang men’distraksi fokus jemaat kepada diri kita sendiri.

Marilah kita terus mengingat, kita bukanlah tim musik. Kita adalah para penyembah yang bersatu untuk mengekspresikan penyembahan kita melalui media musik, dan menolong sebanyak mungkin orang menyadari kehadiran, kebaikan, dan kuasa Tuhan, melalu penyembahan musikal yang kita ekspresikan.

Josua Iwan Wahyudi
@josuawahyudi

 

BACALAH JUGA ARTIKEL BERIKUT INI:

3 thoughts on “Sebuah Pertanyaan?

  1. Sangat bagus pembahasan dari artikel ini, menelaah hal-hal yang cenderung diabaikan dan membuat gamer secara tak sadar berperilaku hal-hal yang berujung destruksi terhadap hidupnya di dunia nyata. Terus sharing hal yang bermanfaat ya kak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *